Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Mengenal Komunitas Badut dan Sulap Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Di Tasikmalaya para Seniman Badut ini berhimpun dalam sebuah wadah Komunitas Badut dan Sulap Tasikmalaya. Komunitas ini dimotori oleh Andi Purnama, seorang Seniman Badut yang eksistensinya sudah terbilang cukup tinggi.

Andi Purnama lebih dikenal dengan nama Mr. Andika, telah belasan tahun menggeluti dunia badut dan sulap, perangai kesehariannya memang suka menghibur.

“Kebetulan saya tertarik juga sama Badut dan sulap. Waktu kecil juga sering nonton pertunjukkan Badut dan sulap,” kata Andika.

Dari ketertarikannya Andika mulai belajar berbagai macam trik-trik sulap tertentu, belajar karakter dan cara menghibur sebagai seorang Badut.

“Materinya ada banyak. Bisa kita pelajari dari internet,” kata Andika.

Kini Mr. Andika sudah menguasai lebih dari 30 trik sulap sebagai modal untuk pertunjukannya, penampilan Badut yang bukan hanya sekedar lucu namun juga dapat menampilkan trik sulap yang dapat terhibur anak-anak.

Mr. Andika, laki-laki kelahiran Tasikmalaya 15 Agustus 1986 ini kerap diundang memanfaatkan jasa keahliannya sebagai seorang Badut sulap untuk acara menghibur anak-anak, seperti acara ditempat rekreasi, rumah makan sampai acara pribadi seperti ulang tahun.

“Niat saya hanya ingin menghibur anak-anak dengan tontonan yang sehat tapi ceria,” kata Andika.

Andika merasa miris dengan nasib Badut yang dipandang sebelah mata yang hanya dianggap sebagai pengamen, melihat orang-orang yang memakai kostum Badut yang berada di lampu merah jalan atau yang keliling ke rumah-rumah.

“Padahal dalam sejarahnya, Badut ini sudah ada sejak zaman Romawi Kuno. Mereka ada untuk menghibur raja dan para bangsawaan dari kepenatan hidup dan urusan-urusan kerajaan,” kata Andika.

Berangkat dari rasa iba itu, akhirnya Andika berinisiatif untuk membentuk Komunitas Badut di Tasikmalaya. Ia mewadahi siapa saja yang memiliki ketertarikan pada dunia Badut untuk berhimpun di wadah itu. 

Dengan demikian, kata Andika, semua yang berhimpun disitu bisa saling bertukar meteri tentang Badut dan lain sebagainya. Karena dalam Badut, kata Andika, tidak hanya cukup bermodal lucu dan berani malu. Tapi ada trik dan teori yang harus dipelajari.

“Badut itu bukan pengamen. Tapi seni menghibur yang luhur,” kata Andika.

Selain itu, ujar Andika, berbekal jaringan yang dimiliki satu sama lain, mereka saling berbagi informasi jika sewaktu-waktu ada yang meminta untuk mengisi acara di event-event tertentu. Dengan demikian, kata Andika, satu sama lain saling bergandengan tangan untuk sekedar berbagi rejeki.

sumber: kabarpriangan online

Cantiknya Batik Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Kerajinan batik tidak hanya ada di Kota Solo saja, di Tasikmalaya juga terdapat motif batik yang cantik dan menjadi buruan para wiasatawan.

batik tasikmalaya

Apabila disinggung mengenai sentra pembuatan Batik yang terkenal, pasti pikiran langsung melayang mengingat sejumlah nama daerah di Jawa Tengah seperti, Solo atau Pekalongan, tak salah memang, tapi tahukah kalian kalau di Jawa Barat pun juga terkenal dengan sentra pembuatan batiknya, bahkan dari segi kualitasnya tak kalah dengan batik produksi dari daerah Jawa Tengah. Batik Jawa Barat ini juga dikenal dengan sebutan Batik Priangan.

Batik Priangan yang cukup terkenal yaitu Sentra Batik Tasikmalaya yang ada di Kampung Ciroyom dan Cigereung, Keluarahan Nagasari, Tasikmalaya. Ada beberapa pengrajin di daerah ini dan mereka semua home industry. Disana batik–batik ini dikerjakan dengan dua teknik pembuatan, yakni teknik cetak dan teknik tulis. Untuk batik tulis, harganya sudah tentu lebih mahal dari batik cetak biasa di karenakan pengerjaan yang membutuhkan waktu lama serta keahlian tertentu.

Batik asal Tasikmalaya dengan cara umum mempunyai karakter yang cukup kuat dan berbeda dengan batik asal Jawa tengah. Batik Tasikmalaya lebih memakai warna yang cerah, seperti merah, hijau, dan biru. Dari segi motif, batik Tasik sangat terkenal dengan corak flora dan faunanya. Hal ini sangat mencerminkan kondisi lingkungan yang ada di tanah sunda, seperti  anggrek dan burung, merak ngibing (tari), kulit kayu, motif rereng (keserasihan), buah kopi, burung bangau, dan lainnya. Filosofinya yaitu untuk selalu menjaga kelestarian alam sekitar.

Sebenarnya untuk Batik Tasikmalaya itu sendiri, ada tiga motif yang terkenal, yaitu Batik Sukapura yang menyerupai batik Madura dengan ragam hias yang kontras dalam ukuran motif dan warna. Kedua ada Batik Sawoan, yang menyerupai Batik Solo, dan didominasi warna coklat seperti buah sawo, ditambah warna indigo dan ornamen warna putih. Terakhir, ada Batik Tasik yang mempunyai ciri warna-warna yang cerah di karenakan pengaruh dari batik pesisiran. Motif batik Tasikmalaya sangat kental dengan nuansa Parahyangan, seperti bunga anggrek.

Buat para pencinta Batik, Tasikmalaya mungkin Dapat jadi lokasi berburu batik yang tepat. Keunikan motif dan corak warna dari batik ini pun mampu menarik kita untuk tak sekedar mengaguminya aja, tapi juga memilikinya. Ayo berburu batik khas Tasikmalaya!

Kisah di Balik Menara Eiffel Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Reflika Menara Eiffel yang terbuat dari bambu di Singaparna Tasikmalaya memiliki kisah sejarah tersendiri dalam perjalanan Tasikmalaya di zaman Belanda.

menara-eiffel-tasikmalaya

Reflika menara Eiffel setinggi 35 meter yang berbahan bambu kini dapat anda kunjungi untuk sekedar melihatnya atau berfoto ria, menara yang aslinya berada di kota Paris, Prancis memang tidak ada hubungan langsung.

Awal mula berdirinya menara Eiffel dari bambu terjadi pada tahun 1898 lampau yang dibangun oleh pejabat Belanda bernama AV Van Bebber, pria yang menjabat sebagai inspektur air itu membangun replika Eiffel untuk menghormati penobatan Ratu Wilhemina penguasa Belanda.

Foto-foto menara Eiffel itu disebutkan ada di Museum Tropen Belanda. Namun tak ada cerita bagaimana akhirnya replika Eiffel itu runtuh. Mungkin kaitan historis ini yang membuat dibangun kembali replika Eiffel. Walau sekarang dibangun hanya untuk sekedar wisata atau foto-foto.

Menara Eiffel bambu yang sekarang berdiri didepan gedung Setda Kabupaten Tasikmalaya kini menjadi tujuan wisata khususnya warga Tasikmalaya sekitarnya.

Persmian Tugu Asmaul Husna | Info Tasikmalaya

Tugu Asmaul Husna diresmikan oleh Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman tepat pada malam pergantian tahun 2015 - 2016 di perempatan jalan Nagarawangi - HZ Mustofa.

tugu asmaul husna tasikmalaya

Turut menyaksikan pula unsur Muspida yakni Ulama, Kapolres serta para tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya. Total Rp 643 juta dihabiskan untuk pembangunan tugu ini dari dana APBD daerah.

Bangunan yang berbahan beton menjulang setinggi enam meter, diatasnya memakai bola seperti besi dengan diameter 3,25 meter serta tinggi bangunan tugu 9,75 meter dilengkapi dengan penangkal petir.

Pengerjaan pembangunan Tugu Asmaul Husna Tasikmalaya ini berlangsung selama 70 hari dari mulai bulan Oktober sampai akhir Desember, antusias warga tampak terlihat saat peresmian Tugu Asmaul Husna ini.

Festival Tasik MOTEKART 2015 | Info Tasikmalaya

Tasik Motekart 2015 gelaran festival, seni, budaya dan pameran juga sebagai Hajat Maulud warga Tasikmalaya dibuka secara resmi Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, Minggu (20/12/2015)

tasik motekart 2015

Grand opening acara tahunan ini cukup meriah melibatkan unsur pemerintahan dan masyarakat. Acara ini menampilkan berbagai acara hiburan yang tentu saja banyak dinantikan masyarakat, seperti kehadiran replika menara Eiffel yang terbuat dari bambu.

Tasik Motekart 2015 bertempat di Gedong Bupati Kab. Tasikmalaya, Singaparna akan berlangsung dari tanggal 18 Desember sampai 31 Desember 2015. Selain untuk mengenal seni dan kebudayaan daerah, juga terdapat acara menarik yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Festival Tasik MOTEKART hadir atas prakarsa dari Soekapoera Institute (SI). Bupati Tasikmalaya memandang bahwa gelaran seperti ini bisa saja dikukuhkan menjadi agenda tahunan dari Kabupaten Tasikmalaya.

Wagub Jabar Sesalkan Fasilitas Perfilman di Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyesalkan belum adanya fasilitas untuk mendukung perkembangan perfilman di Kota Tasikmalaya. 

deddy-mizwar-festival-film-tasikmalaya

Gedung Kesenian Tasikmalaya (GKT) belum bisa mengaomodir secara maksimal para seniman film.
Hal itu dikatakan Deddy saat diwawancara usai membuka Festival Film Jabar di GKT, Sabtu (17/10/2015). Untuk wilayah Priangan Timur dia sudah melihat sendiri bahwa banyak seniman film dengan kreasi-kreasi yang patut diapresiasi.

Namun yang masih disesalkan adalah belum adanya fasilitas yang bisa mengakomodir kreatifitas seniman perfilman. Menurut pemeran Nagabonar itu, dengan adanya fasilitas, progres perkembangannya pun bisa lebih baik dari.

Milangkala 14 Tahun Kota Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Berbagai elemen masyarakat di Tasikmalaya memperingati hari jadi Kota Tasikmalaya ke-14 dengan parade budaya pada hari Rabu (14/10)

milangkala-ke-14-kota-tasikmalaya

Parade budaya telah dimulai sejak pukul 08.00 WIB pagi berpusat dari Tugu Adi Pura di jalan Yudhanegara tepatnya di seputaran Masjid Agung Kota Tasikmalaya dan berakhir di Tugu Asmaul Husna Jalan Nagarawangi.

Berbagai jenis keterampilan dan hiburan ditampilkan. Mulai dari tari tradisonal sunda seperti Tari Payung Tasik, Tarian Mayang, Marawis, Rampak Gendang, pencak silat, angklung, hingga yang menarik perhatian masyarakat adalah kesenian Enggrang. Semua itu ditampilkan dari tiap Kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya.

Adapun pertunjukan dari dinas-dinas pemerintah yang berlomba menampilkan kesenian berbagai macam kostum yang tidak kalah unik dan menarik.

Komunitas – komunitas yang ada di Kota Tasikmalaya pun tidak mau ketinggalan memeriahkan acara tahunan ini. Salah satunya komunitas pungut sampah Tasikmalaya (Rokpungsat).  Komunitas yang selalu mensuarakan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada masyarakat itu turut ikut andil memeriahakan acara yang dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman.

Adapun kesenian barongsai yang dipamerkan oleh salah satu komunitas yang berada di Kota Tasikmalaya, dengan sangat bersemangat para penari tersebut menapilkan keahlian merekan didepan tamu undangan Wali Kota Tasikmalaya

Menurut salah seorang warga, acara ini sangat bagus dan harus diadakan setiap tahun untuk lebih mengenalkan Kota Tasikmalaya, baik dari segi kebudayaan maupun keaneka ragaman kerajinan yang dihasilkan.

Artefak Makam Kuno di Cikatubang Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Jekak Makam Kuno serta Artefak yang diperkirakan berusia ribuan tahun ditemukan oleh warga Cikatubang Balong, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

artefak-makam-kuno-cikatubang-tasikmalaya

Abdul Rohman (55) merupakan warga yang menemukan makam kuno dan artefak sekitar sebulan yang lalu di bukit Manakawan. Masyarakat setempat sendiri meyakini makam barisan bebatuan yang ditemukan Abdul Rohman merupakan makam keramat yang berusia ribuan tahun.

“Sebulan yang lalu, saya menemukan lima kumpulan bebatuan, namun yang masih utuh ada dua, yang masih terlihat berbentuk,” ungkap Abdul Rohman, di lokasi makam kuno, Sabtu (19/9/2015).

Penemuan artefak dan makam kuno tersebut, kata Abdul, belum dilaporkan kepada pemerintahan setempat. Bahkan masyarakat di sana tidak mengetahui petilasan atau makam siapa batu-batu yang berjejer tersebut.

“Sampai saat ini masyarakat tidak mengetahui makam siapa. Bahkan pemilik gunung kecil tersebut juga tak tahu bahwa ada makam di tanahnya itu. Kami akan melaporkan keberadaan batu-batu ini secepatnya,” kata Abdul Rohman.

Yayan Ruhian, Aktor Dari Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Setelah membintangi film The Raid, nama Yayan Ruhian langsung melejit. Tak cuma di Indonesia, kesuksesan film yang dibintangi Iko Uwais di luar negeri juga membawa Yayan yang berperan sebagai Mad Dog mendunia. Kepiawaiannya dalam seni beladiri silat, memudahkannya untuk berlaga. 

yayan-ruhian

Yayan adalah aktor laga yang lebih dulu mengenal bela diri sebelum akting di depan kamera. Berbeda dengan sederet aktris dan aktor yang baru mulai mempelajari keahlian bela diri demi menghayati peran, Yayan punya pandangan yang berbeda antara bela diri dengan akting. Baginya, kedua bidang ini sama sekali tidak bisa disatukan.

Awal mula Yayan masuk ke dunia akting adalah film Merantau (2009). Tapi film perdana sutradara Gareth Evans di Indonesia itu tak meraup sukses. Roda hidupnya berubah drastis sejak membintangi film The Raid. Jawara dari Tasikmalaya, Jawa Barat ini kebanjiran tawaran akting. Akting bela diri Yayan Ruhian memang sangat mumpuni di film The Raid. Tak semua orang mampu melakukan akting bela diri yang menyatu dengan hati seperti halnya Yayan.

Aktor kelahiran Tasikmalaya 46 tahun silam ini sejatinya tak ada gambaran untuk berakting. Dibesarkan di lingkungan pesantren yang mewajibkannya belajar silat, Yayan memulai karir sebagai pesilat. Dalam dunia pencak silat, dia juga dikenal sebagai pelatih di salah satu perguruan pencak silat bernama, Pencak Silat Tenaga Dasar atau biasa disebut PSTD Indonesia. Yang merupakan salah satu dari enam perguruan besar pencak silat di Indonesia.

Silat mengantarkannya pada dunia akting. Dan bapak dua anak ini mensyukuri kenyataan yang didapatkannya. Bahkan menurutnya, film memberikan banyak kesempatan yang tak terduga. Keliling berbagai negara untuk promo film The Raid adalah bonus istimewa untuknya. Bonus lain adalah produser film Jepang, Yakuza Apocalpyse mendapuknya sebagai salah satu pemain.

Belakangan, beredar rumor santer Yayan juga bermain dalam film Star Wars Episode VII: The Force Awakens. Keseriusan Yayan mendalami akting yang beriringan dengan bela diri rupanya berbuah manis. Beberapa sineas Hollywood telah meliriknya untuk terlibat di sebuah produksi layar lebar.

Angklung Goes To School di Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Sanggar Seni Katumbiri FKIP Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya rutin adakan kegiatan Angklung Goes To Scholl (AGS) di sekitar Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

sahabat-angklung-tasikmalaya

Kegiatan AGS ini rutin setiap minggu diadakan dengan mendatangi sekolah-sekolah, menurut ketua Sanggar Katumbiri, Ahmad Fauzan, masih ada beberapa tenaga pendidik yang kurang memahami budayanya sendiri.

Menurut Fauzan kebanyakan tenaga pendidik atau guru tidak mengetahui alat musik tradisional seperti Angklung, hal tersebut membuatnya prihatin sebagai generasi bangsa.

” Kita sering melakukan kegiatan AGS ke sejumlah sekolah, sangat disayangkan masih banyak gurunya sendiri yang tidak mengetahui alat musik angklung, bagaimana mau
melestarikan budaya jika tenaga pendidiknya saja tidak tahu menahu tentang alat musik tradisionalnya sendiri,” ungkap Fauzan dikutip dari Fokus Jabar.

Kegiatan AGS sendiri bertujuan untuk menanamkan kembali rasa nasionalisme melalui pemahaman tradisi dan budaya melalui bermain angklung, belajar jaipong, mengenal karinding dan ragam tradisi yang dimiliki Indonesia lainnya.

” Melalui Sanggar Katumbiri ini diharapkan dapat menjadi sebuah angin segar bagi generasi muda bangsa dalam melestarikan dan memasyarakatkan kembali kekayaan budaya bangsa sebagai jati diri bangsa,” pungkas Fauzan.

Situs di Sekitar Gunung Galunggung | Info Tasikmalaya

Selain keindahan panorama Gunung Galunngung di sekitar wilayahnya tedapat situs purbakala peninggalan nenek moyang Tasikmalaya.

situs-gunung-galunggung

Berikut ini adalah daftar situs-situs yang terdapat di sekitar wilayah Gunung Galunggung yang dikutip dari berbagai sumber:

  1. Situs Parigi (Candi)  yang terletak di Kampung Candi, Dusun Parigi, Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari. Situs merupakan sebidang tanah berukuran 2 x 2 M, dan dipermukaannya terdapat struktur tatanan batu alam dan empat batu tegak.
  2. Situs Kolam Mata Air Cepelak di dusun Parigi Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari. 
  3. Situs Batu Bonang dan Kubur Mama Bonang. 
  4. Situs Talaga manggung terletak di Dusun Geger Hanjuang Desa Linggamulya Kecamatan Leuwisari.
  5. Situs Saung Galah di Dusun Gegerhanjuang, berdiri saung panggung yang terbuat dari bahan kayu dan atap sirap diperkirakan merupakan sisa-sisa bangunan keraton raja Galunggung.
  6. Situs Prasasti Geger Hanjuang, Lokasi batu penyangga Prasasti Gegerhanjuang saat ini sebagian terpendam dalam kolam yang tampak hanya sebagian. Informasi yang diperoleh batu tersebut berukuran panjang 250 Cm dan lebar 180 Cm dengan ketebalan 80 Cm.
  7. Situs Sanghiang. 
  8. Situs Ajisaka. 
  9. Situs Keramat Cigadog (Adipati Galunggung) yang terletak di Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari. 
  10. Situs Gurawil Cigadog (Sanghiang Genteng). 
  11. Situs Tugu Cigadog (Eyang Gederjaya).
  12. Situs Sidayang. 
  13. Situs Cipurut (tugu cipurut) di Desa mandalagiri kecamatan Leuwisari. 
  14. Situs Cipaku di Desa Sariwangi. 
  15. Makam Karamat Pasucian Walahir Galunggung di Desa sidamulih.
  16. Situs Padakembang (Lawang Saketeng) di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang.
  17. Makam Dewi Sumili di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang.
Itulah 17 situs warisan budaya yang terdapat dan telah ditemukan di sekitar wilayah kaki gunung Galunggung Tasikmalaya.

Batik Cigeureung dari Tasikmalaya Nyaris Punah | Info Tasikmalaya

Batik Cigeureung salah satu corak Batik yang dimiliki dan khas dari Tasikmalaya nyaris alami kepunahan.

batik-cigeureung-tasikmalaya

Terlepas dari kurangnya promosi batik jenis ini ataupun karena hal lainnya batik cigeureung tengah berjuang keras untuk tetap bertahan dari ancaman kepunahan. Meskipun secara nasional pemerintah gencar mepromosikan warisan budaya kain batik namun batik cigeureung belum mampu bangkit dari keterpurukan.

”Bisa dibilang saat ini Batik Cigeureung sedang merangkak kembali. Saya mencoba nebeng jual disejumlah toko. Ya alhamdulillah 1-2 potong laku, kalau yang pesen sampai satu kodian mah jarang,”jelas Salah satu perajin Batik Cigeureung, H Tatang (60).

Menurut Tatang, Batik Cigeureung yang ada di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya itu memiliki corak tersendiri. Warnanya cenderung lebih cerah dan berwarna warni dibandingkan jeni batik lainnya.

sumber: pojoksatu.id

Disparbud Kab. Tasikmalaya Promosikan Batik Sukapura | Info Tasikmalaya

Promosikan kreatifitas desain motif batik Sukapura Disparbud Kab. Tasikmalaya adakan lomba desain busana batik Sukapura.

batik-sukapura-tasikmalaya

Bertempat di Gedung Setda Kabupaten Tasikmalaya Disparbud menyulap ruangan menjadi arena panggung catwalk bagi peraga busana menampilkan berbagai jenis busana Batik Sukapura.

Desain busana tidak hanya terbatas untuk kaum perempuan saja namun juga kaum lelakipun tidak ketinggalan, dimana semua busana yang ditampilkan berbahan batik Sukapura yang merupakan corak batik khas Kabupaten Tasikmalaya.

“Lomba desain busana batik Sukarpura adalah salah satu program Disparbud untuk menggali kreatifitas warga masyarakat dalam hal desain motif batik,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Tasikmalaya, Nana Heryana, Kamis (3/8/2015).

Menurut Nana, acara tersebut sekaligus juga upaya untuk menumbuhkan kebanggaan pada masyarakat bahwa Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki batik yang harus dilestarikan.

Selain itu acara tersebut dihelat dalam upaya menumbuhkan kebanggan warga Tasikmalaya kepada warisan budaya batik yang sudah seyogyanya dilestarikan oleh warga Tasikmalaya sendiri.

Evan Candra Purnama yang turut ambil bagian dalam gelaran peragaan busana menyatakan bahwa sudah sepantasnya Batik Sukapura dilestarikan dan diperkenalkan, Evan yakin suatu saat batik Sukapura bisa merambah dunia internasional.

“Motif batik Sukapura jangan terkesan jadul dan monoton. Harus lebih kreatif dalam desainnya, jadi itu salah satu syaratnya” ucapnya.

Pawai Helaran Seni & Budaya Terakbar di Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Gemuruh kedatangan ribuan orang Warga masyarakat yang datang dari 39 Kecamatan sewilayah Pemkab Tasikmalaya Jawa Barat menuju ke-Kompleks Perkantoran Setda Pemkab setempat Pagi Tadi (Senin 24/08/2015) sempat mengagetkan Warga Singaparna (Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya). 

Pasalnya Warga setempat tidak pernah memperkirakan bahwa Kedatangan Ribuan warga Kabupten tersebut akan datang dengan “Devile Rombongannya” yang berikut diiringi oleh para Pengiringnya dari pasukan-pasukan Jampana ,kendaraan –kendaraan Roda empat yang telah disett Khusus dan mereka boyong dengan membawa alat music, tetabuhan Traditional Pasundan berikut perlengkapan-perlengkapan lainnya yang datang ketempat acara yang telah dijadwalkan jauh-jauh hari tersebut.

“Mereka ada yang datang tengah malam tadi (Senin dinihari-ketika Pagi Buta 24/08-pen) terutama mereka yang datang dari wilayah Kecamatan terjauh seperti Kecamatan Culamega, Cipatujah dan warga Kecamatan Cikalong (Wilyah Tasik Selatan-pen) dan mereka sempat ditampung dipendopo Bupati Tasikmalaya !” hal tersebut dikatakan oleh seorang Petugas Satpol PP Pemkab setempat ketika penulis mencoba menelisik ke-antusiasan Warga masyarakat Pemkab setempat guna “meramaikan” acara Pagelaran Pawai Helaran Seni Dan Budaya Se-kabupaten tersebut pada HUT Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang ke-383.

Acara itupun dimulai pada Pukul 09;00 Wib sesuai jadwal yang telah tertunda pada Rencana Awalnya “Acara yang kita gelar ini rencananya akan digelar pada Hari Kamis (20/08) yang lalu, namun karena ada sesuatu hal yang sulit untuk diceritakan maka kali inilah acara itu bisa kita gelar!” H.Nana Kepala Dinas Pariwisata Dan kebudayaan Pemkab setempat sempat menerangkan hal tersebut ketika penulis sempat mewawancarainya disela-sela acara yang digelar tersebut.

Rangkaian acara yang telah di-sett Penjadwalannya tersebut Nampak diramaiakan oleh Kehadiran Puluhan Ribu Warga “Penikmatnya “ yang datang dari berbagai Pelosok Wilayah Pemerintahan Desa dari 351 Jumlah Pemdes sewilayah Kabupaten setempat.

Kedatangan Devile Peserta Pawai Akbar Helaran Seni dan Budaya sewilayah Pemkab itupun disambut dengan hangat oleh Bupati setempat dengan ucapan Pujiannya, dia (H.Uu Ruzhanul Ullum Bupati Tasikmalaya) sempat menyampaikan pidato Sambutannya “ Gambaran nyata dari sifat Kegotong Royongan Warga masyarakat Kabupaten Tasikmalaya itu tergambarkan pada Acara yang kita gelar ini , pagelaran Helaran Seni Dan Budaya yang kita gelar inipun menggambarkan Antusiasme Warga diwilayah ini , yang masih kental memegang teguh seni dan Budaya Warga Pasundan pada Khususnya , saya ucapkan terima kasih bagi semua Warga Kabupaten Tasikmalaya !”Ucapnya.

Rangkaian Acara tersebutpun terpantau disajikan “Se-apik mungkin” terlihat Devile Peserta pawai Akbar itu mempersiapkan peserta Pawai dengan penyuguhan berbagai Penampilan Kesenian Sunda yang dipersembahkan kepada Team Penilai Khusus yang dipanitiai oleh Dinas Terkait untuk dipersembahkan kepada khalayak yang kala itu menghadiri Acara ,


Para Pejabat di- Pemkab setempatpun Nampak Terpukau oleh berbagai Penampilannya para Peserta dari 70 Tampilan Devile Pawai pada Acara yang dipersembahkan oleh tampilan devile bagian Pemerintahan dan Dinas Leading Sektor sewilayah Pemkab setempat .

Seluruh Pejabat dari semua Leading sector Pemkab Tasikmalayapun Nampak hadir yang dipimpin oleh Bupati dan Wakilnya yang sempat didampingi oleh H.Ruhimat (Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya) , Nampak pula jajaran unsur TNI dan Polres Tasikmalaya yang dipimpin langsung oleh Kapolresnya Hadir pada acara Akbar tersebut , dan merekapun Nampak terpukau dengan berbagai penampilan Kesenian yang digelar se-akbar mungkin tersebut.

Penampil Devile Peserta pawai Nampak telah mempersiapkan pesertanya , dari mulai barisan Team Seni traditional Seni Tari Jaipongan,Angklung Sered,Calung dan Berbagai tampilan Kesenian Silat yang ditampilkan dari Berbagai Paguron Silat yang ada diwilayah Masing-masing daerah sekabupaten Tasikmalaya, pada tampilan Pertamanya Devile Team Kesenian Barongsai sempat meramaiakan Acara “Penampilan barongsai dikabupaten Kita ini mungkin yang pertama kalinya !” ucapan itu terlontar dari seorang Pemerhati Acara pada acara tersebut .

*Kesenian Debus (*Pertunjukan Atraksi Debus yang berunsur mistis dan Penampilan Kekebalan Tubuh seseorang)-pun tidak lupa ditampilkan oleh Para Peserta Devile Pawai .

“Beragam kesenian tradisi itu ditampilkan atas dasar Kecintaannya Warga terhadap Pemerintah Kabupaten kita , dan jangan lupa mereka itu adalah bagian-bagian penting warga masyarakat yang masih memegang teguh Jiwa Seni Sundanya !” Ungkap H.Ruhimat Ketua DPRD Pemkab setempat ketika ditanyai oleh Penulis pada menjelang acara tersebut bubaran.

*Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Kompasiana (24/08/2015).

Asep Rizal.
http://www.kompasiana.com/nokia.com/kesenian-sunda-membumi-pada-pawai-helaran-seni-budaya-terakbar-di-tasikmalaya_55db06bf397b61b60987e3e7

Tolak Provinsi Pasundan | Info Tasikmalaya

RD. Djadja ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Tasikmalaya (FMKPT), tolak rencana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan, yang kini diwacanakan sekelompok tokoh Jawa Barat.


Djadja menilai perubahan nama menjadi Provinsi Pasundan justru akan memicu lahirnya provinsi baru. Hal ini dikarenakan tidak semua warga Jawa Barat merupakan entitas Sunda.

“Nama Jawa Barat itu nama yang paling pas untuk mewakili semua entitas yang ada di wilayah Jawa Barat,” kata Djadja mantan anggota DPR/MPR RI era Orba ini, pada tubasmedia.com Minggu (23/8).

Nada yang sama dilontarkan perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda, warga Cirebon, juga menyatakan penolakan terhadap rencana diubahnya nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan.

Nurdin M Noer, budayawan Cirebon sekaligus Ketua Lembaga Budaya dan Sastra Cirebon, dalam sebuah diskusi budaya pada Wartawan baru-baru ini mengatakan, perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan perlu dilihat dalam segalah aspek.

Selain menolak wacana perubahan nama menjadi Provinsi Pasundan, semua pihak juga menginginkan agar Jawa Barat dilihat sebagai wilayah dengan entitas yang lebih luas, ada Cirebon, Sunda, Arab, India, Betawi, dan etnis lainnya, kata Nurdin.

“Penggantian nama malah akan membebani masyarakat dengan alokasi anggaran akibat perubahan nomenklatur,” kata Djadja maupun Nurdin.

Pawai Helaran Seni & Budaya Kab. Tasikmalaya di Undur Warga Kecewa | Info Tasikmalaya

Pawai Helaran Seni dan Budaya di Kabupaten Tasikmalaya yang rencanannya hari ini akan digelar dinyatakan diundur tanggal pagelarannya. 


Hal tersebut diumumkan oleh H. Iing Faridz Khozin Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab melalui akun Facebook milik pribadinya. Keputusan ini didasarkan pada keputusan rapat yang dilakukan pihak Dinas Pariwisata Pemerintah kabupaten Tasikmalaya.

Pengumuman itupun sempat membuat “Kehebohan” tersendiri bagi Warga  Masyarakat diberbagai Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten setempat , karena pemberitahuan itu dianggap Warga Masyarakat sebagai Pengumuman yang sangat Mendadak.

Pihak Dinas Pariwisata melalui Kepala Dinasnya sempat dimintai Keterangannya oleh beberapa Awak Media yang pada Siang kemarin melakukan Rapat Mendadak  dengan beberapa Bagian Pemerintahan terkait di Gedung Pemkab setempat di Singaparna.

H. Nana Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab setempat sempat menyampaikan alasan ditundanya Jadwal Acara yang akan digelar tersebut. 

“Saya hanya menjalankan intruksi saja, karena Pak Bupati (H.Uu Ruzhanul Ullum) besok (20/08-pen) punya Acara Khusus bersifat  Kegiatan mendadak atas nama Pemerintahan Kabupaten kita ini , dalam pada itupun pak Bupati sangat Apresiatif sekali dengan hal ini, dia sangat ingin menyaksikan Kegiatan Rencana Acara Helaran Seni Dan Budaya yang akan digelar , makanya kami sebagai Pantia acara Minta Maaf Kepada segenap warga Kabupaten Tasikmalaya, acara tersebut akan diundur dengan jadwal yang telah ditentukan!” Jelasnya.

Dalam pada itupun Pihak Humas Pemkab setempat tidak banyak berkomentar terlalu banyak ketika pada siang tadi sempat ditanyai oleh beberapa Awak Media , menurut salah seorang Pegawai Humas Setda Pemkab setempat mengatakan bahwa;  “Jawaban Kadis Pariwisata dan Budaya Pemkab Tasikmalaya itu telah cukup dan pihak Humas tidak akan banyak berkomentar lagi doong,,!” ucapnya.

sumber: http://www.kompasiana.com/nokia.com/rencana-akbar-pawai-helaran-seni-dan-budaya-tasikmalaya-diundur-warga-kecewa_55d48e27a2afbdc20b140824

Pembentukan Dewan Kota Kesenian Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Wadah bagi menggerakan aktivitas kesenian di Kota Tasikmalaya telah terbentuk pada selasa (18/8)

bode-riswandi-tasikmalaya

Sebagai upaya mewadahi aktivitas kesenian maupun forum komunitas kesenian yang ada di Tasikmalaya telah diwujudkan melaui sidang pleno yang dihadiri 87 perwakilan cabang kesenian yang ada di Kota Tasikmalaya.

Dalam sidang pleno pembentukan kesenian yang digelar di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya di jalan Dadaha tersebut terpilih Bode Riswandi, seorang penyair, untuk didaulat menjadi ketua DKKT.

Dalam kesempatan tersebut Drs. H. Undang Herdiana, Kadisbudparpora Kota Tasikmalaya mengatakan "Pembentukan DKKT demi mewujudkan wadah yang bisa menggerakan semua aktivitas kesenian di Kota Tasikmalaya"

Dengan adanya DKKT ini diharapkan aktivitas kesenian di kota Tasikmalaya dapat lebih lagi terorganisir sehingga kreativitas seni warga Tasimalaya dapat lebih bergairah dan terexplorasi.

International Youth Day Tasikmalaya | Info Tasikmalaya

Pemuda Kota Tasikmalaya peringati International Youth Day dengan kampanye kreatif dan gagasan yang inovatif.

international-youth-day-tasikmalaya

International Day sendiri jatuh setiap tanggal 12 Agustus, dalam memperingati hari tersebut sebuah komunitas pemuda kreatif Tasikmalaya memperingatinya dengan cara mengadakan kegiatan pelatihan serta peringatan khusus dengan komunitas lainnya.

Untuk pelatihan HubTasikmalaya bersama komunitas Sahabat Pulau menggandenga Intel Indonesia untuk Digital training yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 15 Agustus 2015, sementara peringatan khusus dilangsungkan pada Minggu (16/8/2015) bertempat di Car Free Day Jl. HZ. Mustofa.

Acara yang dimulai dari jam 6-9 Pagi ini turut bergabung komunitas yang ada Tasikmalaya lainnya seperti komunitas kuliner, komunitas teater, komunitas pungut sampah juga para pelajar usia sekolah yang peduli lingkungan.

Acara yang diperingati dengan kampanye yang mengajak pemuda Tasikmalaya untuk berfikir kreati dan inovati ini juga dilanjut dengan gerakan pungut sampah sepanjang area Car Free Day.

Penggagas acara Karim dari HubTasikmalaya mengatakan "Acara ini kita adakan untuk memperingati International Youth Day yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus, sekaligus dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI HUT ke-70 tahun." 

Promo Moka Sukapura 2015 #mokasukapura | Info Tasikmalaya

Panitia Pasanggiri Mojang Jajaka Sukapura Kabupaten Tasikmalaya 2015 telah mempersiapkan video promo event untuk menyukseskan acara.

mojang-jajaka-moka-sukapura-tasikmalaya-2015

Bertempat di daerah wisata Kampung Naga, Salawu, Proses pengambilan gambar video telah selesai dilakukan pada Selasa sore (11/8). Video promo teaser ini dipersiapkan sebagai promosi Pasanggiri Mojang Jajaka Sukapura 2015 agar event ini dapat menyentuh semua lapisan masyarakat Tasikmalaya.

Selain itu juga video promo bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata di Tasikmalaya. Kampung Naga terpilih karena selain memiliki panoraman yang eksotis namun disana juga tinggal warga masyarakat yang harmonis dan masyarakat yang dapat mempertahankan nilai kearifan lokal budaya sunda yang santun dan penuh kelembutan.

Ninth Avenue Production sebuah production yang berbasis di kota Bandung dan kini tengah melebarkan sayap jasanya ke wilayah Priangan Timur menjadi PH yang mengerjakan video promo ini.
mojang-jajaka-moka-tasikmalaya

Sembilan alumni Moka Sukapura 2014 yang menjadi panitia untuk tahun ini terlibat langsung dalam proses pengambilan gambar, Nuryaman pemenang Moka menyampaikan video promo ini khusus dibuat untuk disebar melalui media sosial sehingga warga Tasikmalaya khususnya para generasi muda dapat ikut andil dalam menyukseskan Moka Sukapura 2015 setidaknya melalui voting yang akan dilakukan untuk memilih Mojang dan Jajaka Pinilih.

"Akan ada proses pemilihan peserta favorit yang dilakukan melalui proses interaksi pengguna media sosial melalui proses 'like' pada foto peserta yang akan di posting instagram." ungkap Nuryaman disela syuting.

"Selain itu jalannya acara akan disebar di media sosial melalui twitter, facebook juga video youtube dengan harapan para pengguna medsos bisa mengikuti proses pemilihan peserta favorit" pungkas pria yang biasa dipanggil Kang Yaman ini.

mojang-jajaka-moka-sukapura-tasikmalaya

Pasanggiri Mojang Jajaka Sukupar sendiri akan memasuki masa karantina pada tanggal 24-26 Agustus 2015. Sedangkan Grand Final akan dilaksanakan pada malam tanggal 26 Agustus 2015 untuk memilih satu pasangan yang nantinya akan ikut pemilihan Mojang Jajaka di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Mengenal Sosok Yayan 'Mad Dog" Ruhian, Pendekar Rendah Hati dari Tasikmalaya

Yayang Ruhian namanya ia sukses memaikan peran sebagai 'Mad Dog' dalam film The Raid.

yayan-ruhian-mad-dog-the-raid

Kesuksesannya dalam film The Raid telah mengantarkan Yayan untuk membintangi film sekuel dari The Raid serta turut pula bermain dalam film 'Yakuza Apocalypse' arahan sutradara Jepang Takashi Miike. Peran yang dimainkannya tak lepas dari kemampuannya sebagai seorang aktor martial art dimana ia banyak berakting memainkan seni bela diri tingkat tinggi.

Berbeda jauh dalam kehidupan sehari-hari, Yayan adalah seorang suami yang lembut dan seorang ayah dari dua anak remaja putra, yang karena aktingnya terlalu keras ia tidak mengizinkan kedua putranya untuk menonton aksinya di layar lebar.

Yayan Ruhian pria berusia 46 tahun, seorang yang berbadan tegap dengan tatapan mata yang tajam. Selama masa kecilnya di Tasikmalaya ia hanya tertarik pada seni bela diri Pencak Silat.

Saat diwawancarai The Jakarta Post Yayan Mengisahkan 'saya mungkin berusia 12 atau 13 tahun saat pertama kali belajar silat' Dalam perkembangan seni bela dirinya Yayan menyadari bahwa seni silat bukan semata tentang pertarungan sehingga ia semakin lebih tertarik pada seni bela diri.

"Ada sesuatu yang disebut wiraga, wirasa dan wirama dalam silat. Seorang praktisi silat harus mampu menguasai aspek-aspek ini sehingga akan bermanfaat dalam kehidupan mereka' ujar Yayan.

Tahun 1987 Yayan hijrah ke Jakarta mendedikasikan hidupnya sebagai instruktur silat profesional agar dapat mewariskan pengetahuan silatnya serta juga menambah wawasan silat lainnya dari seluruh negeri.

Karir Yayan bermula pada tahun 2008, ketika Sutradari asal Wales, Gareth Evans, yang sangat terobsesi pada seni bela diri Pencak Silat menghubunginya untuk ambil bagian dalam film dokumenter yang menampilkan bentuk seni tradisional Indonesia.

Setelah merampungkan film dokumenter Yayan berinisiatif mengajak Gareth Evans untuk membuat film yang menampilkan bentuk sebenarnya seni bela diri Pencak Silat. Evans merespon ajakan Yayan dengan menggarap film 'Merantau' dan seri 'The Raid' yang semuanya menampilkan seni belat diri Pencak Silat dalam bentuk yang paling murni.

Koreografi arahan Yayan begitu unik dan artistik, ia mengakui bahwa dalam koreografinya ia senantiasa menempatkan aspek kekuasaan, ekspresi dan irama dalam semua adegan perempuran.

'Baguslah setelah tahu film-film Hollywood banyak terinspirasi oleh adegan seri The Raid. Itu semua karena pekerjaan tim yang sangat solid' kata yayan dengan rendah hati.

Yayan sosok yang sangat rendah hati, kesuksesannya menjadi seorang bintang laga tidak membuatnya lupa pijakan, tidak seperti mereka yang saat keglamoran dan kemewahan industri film merasukinya mereka menjadi lupa diri.

Silat telah banyak membantu karir Yayan dalam mengendalikan dirinya. Dari silat Yayan telah banyak belajar bahwa semakin banyak ia tahu semakin banyak ia harus belajar. Itulah yang membuatnya menjadi sosok yang rendah hati serta mengontrol dirinya. Ia yakin bahwa pertahanan diri adalah penting namun jauh lebih penting lagi adalah menjaga diri.

Setelah sukses menjadi seorang aktor Yayan menemui beberapa orang telah berubah sikap dalam memandang dirinya, namun itu tidak mengubah sedikitpun sosok Yayan. 'Sayalah Si Tua Yayan dan akan selalu menjadi seorang pria dengan sebuah keluarga dan seorang pria yang sangat gandrung dengan pencak silat' ungkap pria yang bercita-cita beradu akting dengan Jackie Chan.

Untuk masa depan Yayan akan terus mempromosikan Pencak silat melalui film sebagai seorang aktor dan lewat kelas sebagai seorang instruktur.

Yayan merasa senang dengan kesuksesan film The Raid yang telah membantu generasi muda Indonesia untuk belajar lebih mengenai silat. Sebelum adanya The Raid, kebanyakan anak muda Indonesia tidak begitu suka bentuk bela diri, malahan orang asing yang lebih tertarik pada pencak silat.

Merupakan suatu kesedihan bagi Yayan jika suatu hari ia melihat Pencak Silat diajarkan dan dikuasai oleh orang asing. Namun dengan kesuksesan The Raid, Yayan melihat secercah harapan dapat mewariskan seni bela diri Pencak Silat kepada generasi yang akan datang.


Top