Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Replika Menara Eiffel Menjadi Polemik | Info Tasikmalaya

Replika Menara Eiffel di Tasikmalaya masih menuai polemik keberadaannya karena munculnya masalah sosial di sekitar lokasi. 

replika menara eiffel tasikmalaya

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Basuki Rahmat mengaku ingin mempertahankan replika Eiffel yang terbuat dari bambu di Komplek Gedung Bupati (Gebu), Bojongkoneng, Singaparna itu. 

Pasalnya, replika tersebut merupakan hasil kreativitas masyarakat Tasikmalaya yang perlu diapresiasi.

“Apa yang salah dengan Menara Eiffel ini. Ayo lihatnya dari sisi kreasi, produk lokal bambunya,” ujar anggota Fraksi PPP itu, seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya, Jumat (12/2).

Menurut dia, munculnya persoalan penarikan tarif parkir ilegal dan penyalahgunaan area Eiffel yang kadang dipakai sebagai tempat mesum oleh pengunjung, tidak ada kaitannya dengan pembangunan replika tersebut. 

“Justru jangan sampai ada peribahasa, buruk muka cermin dibelah,” terang politisi yang juga menjabat Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kabupaten Tasikmalaya ini. 

Masalah-masalah di lapangan itu, kata dia, merupakan tanggung jawab Satpol PP untuk menertibkannya. “Saya kira tanpa Menara Eiffel pun persoalan itu bukan menjadi persoalan baru. Jadi tidak beralasan jika harus dibongkar," tandasnya.

Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu KIS-PIB | Info Tasikmalaya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama  Tasikmalaya Gelar Konferensi Pers Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).


Dalam kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Utama  BPJS Kesehatan Tasikmalaya Dasrial, SE, AK, M.Si, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs.H.Imih Misbahul Munir, Kadinkes Kota Tasikmalaya dr.H.Cecep Z.Kholis, Kadinkes Kab.Tasikmalaya, Kadinsosnakertrans Kota Tasikmalaya H.Firmansyah, Kepala Kantor POS Tasikmalaya dan Kab.Garut serta para awak media cetak, online dan elektronik.

Kepala Cabang Utama  BPJS Kesehatan Tasikmalaya Dasrial, SE, AK, M.Si  Pihaknya pada awal januari telah membentuk Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik di tingkat pusat, Kantor Divisi Regional, Kantor Cabang dan Kantor Layanan Operasional yang diharapkan berpungsi untuk memantau distribusi KIS-PBI yang sudah 100% masuk kemasyarakat.

Posko ini sebagai langkah antisipasi BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan bagi peserta KIS-PBI. Posko ini juga menampung Pengaduan tentang distribusi  KIS-PBI yang berpotensi masalah antara lain Peserta pindah alamat, peserta meninggal dunia, peserta yang sudah tidak miskin lagi, dsb.
BPJS Kesehatan menekankan bahwa peserta penerima yang berhak mendapatkan KIS-PBI TIDAK DIPUNGUT BIAYA ALIAS GRATIS. 

Apabila terdapat pungutan biaya agar dapat melaporkan ke Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di masing-masing wilayah kerja atau HOTLINE Servise di Nomor 08122168475 (Desi Handayani), Kantor Operasional Kab.Tasikmalaya 08112125567 (Tini Wihartini) atau Kantor Operasional Kab.Garut. (Dede KH)

sumber: tabloidmetrolima.com

Rumah Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Di Gasak Maling | Info Tasikmalaya

Rumah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin di Kampung Burujul Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, disatroni maling. 


Sejumlah barang berharga senilai total Rp60 juta digasak. Barang berharga yang digondol maling diantaranya telepon seluler android berbagai merk, laptop, cincin emas dengan total berat 25 gram, 1 buah batu akiik, 2 buah buku tabungan, modem, 1 buah dompet dan tas selendang berisi uang Rp5 juta.

Kapolsek Cibeureum AKP Suharto, menenjelaskan, pelaku menjalankan aksi pencuriannya dengan cara mencongkel jendela kamar. Maling masuk ke dalam kamar korban dan mengobrak ngabrik seisi kamar dan menggondol sekitar Rp60 juta harta benda milik legislator dari Partai Persatuan Pembangunan itu.

Dijelaskan Suharto, korban mengetahui telah kemalingan Senin (1/2/2016) subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban bangun tidur dan melihat kondisi kamar berantakan. Awalnya korban tidak curiga, namun setelah beberapa lama baru menyadari rumahnya telah dibobol dan barang banyak yang hilang.

“Korban mengaku sekitar pukul 02.00 WIB masih masih melakukan pekerjaannya,” kata Suharto, Selasa (2/2/2016).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pembobolan rumah ketua dewan tersebut. Namun ditaksir kerugian harta benda yang digondol maling sekitar 60 juta rupiah. Kasus ini kini dalam penanganan polisi.

sumber Jabarpublisher

Kades Mandalamekar Raih Penghargaan PBB | Info Tasikmalaya

Kepala Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Yana Noviadi mendapat penghargaan dari United Nations Development Programme (UNDP) PBB atas usahanya membuat hutan lindung. 

hutan lindung mandalamekar tasikmalaya

UNDP memberikan penghargaan karena Yana mampu membuat 240 hektare hutan lindung di desanya. Hutan lindung seluas 240 hektare kini menjadi sumber mata air bagi masyarakat yang tinggal di sana. Padahal, sebelum menjadi hutan lindung, lahan tersebut merupakan tanah gersang yang telah ditinggalkan. 

Yana pun akan menjadi narasumber pada acara yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup bersama UNDP di JCC Jakarta Senin (1/2). Kepala Desa Mandalamekar, Yana mengatakan, tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan dari UNDP PBB. Apalagi harus berbicara di sebuah forum besar di Jakarta. Menurutnya, yang ia lakukan hanya atas dasar keprihatinan saja. Sebab, ketika musim kemarau warga Desa Mandalamekar akan kesulitan mendapatkan air bersih.

"Sejak tahun 2002 saya lakukan penanaman bersama PC 10 12 GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya dan hasilnya memang dirasakan saat ini sangat bermanfaat," kata Yana seperti dikutip Republika.co.id, Ahad (31/1).

Yana menjelaskan, pohon yang ditanamnya adalah gamelina, caringin, picung, kiara dan lain sebagainya. Pada dasarnya pohon yang ditanam kebanyakan yang mampu menyerap dan menyimpan air.

Ia mengungkapkan, pada saat ada pengontrolan dan penilaian ke Desa Mandalamekar, Yana terpilih karena dinilai mampu membuat hutan lindung dengan anggaran yang cukup minim. Sementara, di daerah lain kebanyakan hanya melindungi hutan yang sudah ada saja.

Sementara, Ketua PC 10 12 GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Saputra mengatakan, pihaknya kerap melakukan kegiatan penanaman pohon di sejumlah desa binaannya. Salah satunya di Desa Mandalamekar. FKPPI bersama masyarakat dan kepala desanya melakukan penanaman pohon di lahan seluas 40 hektare.

Selain di Desa Mandalamekar, Iwan mengatakanpenanaman pohon di lahan seluas 50 hektare juga dilakukan di Desa Muncang. Kemudian, di Desa Puspajaya melakukan penanaman pohon di lahan seluas 50 hektare dan di Kecamatan Pagerageung baru dilakukan penanaman di area lahan seluas lima hektare.

"Penanaman pohon dilakukan atas dasar keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang sudah semakin rusak karena berakibat pula terhadap kondisi debit air bersih yang semakin menurun bila sedang kemarau panjang," kata Iwan.

Iwan menegaskan, apa yang telah dan sedang dilakukannya merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatannya menanam pohon, salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam. Menanam pohon juga sebagai wujud nyata dari implementasi cinta Tanah Air.

"Alhamdulillah jika kemudian sedikit yang kami lakukan bisa membuat prestasi bagi desa yang menjadi binaan kami selama ini," ujar Iwan.

Ribuan Balita di Tasikmalaya Kurang Gizi | Info Tasikmalaya

Sebanyak 3,18% atau 3.946 balita di Tasikmalaya mengalami kekurangan gizi. Bahkan 0,13% atau 145 anak di sana ditemukan mengalami gizi buruk.


“Temuan kasus malanutrisi itu didapat dari kegiatan Bulan Penimbangan Balita (PBB) di 40 puskesmas yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Kepala Seksi Resikin pada Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Hebdah, di Tasikmalaya, Minggu (31/1).

Yang menarik, kasus gizi itu, tidak hanya terdapat pada anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga dari keluarga mampu. Hal itu disebabkan rendahnya wawasan ibu soal pengolahan makan yang sehat dan perlunya balita mendapatkan asupan makanan secara teratur.

Di samping itu, diketahui mereka jarang datang ke posyandu untuk memeriksakan perkembangan bayibayi mereka.

Hebdah mengatakan semua balita yang mengalami gizi buruk telah ditangani oleh Rumah Sakit (RS) Tinewati melalui therapy food center (TFC). Selain diberi pengobatan, mereka juga diberi asupan protein dan vitamin tambahan.

Sementara itu, untuk orangtua, petugas memberikan materi soal perlunya asupan gizi seimbang bagi anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Oki Zulkifli Duski mengatakan pada 2013-2014, jumlah balita penderita kurang gizi disebabkan oleh masih banyaknya ibu hamil yang menderita anemia (kurang darah).

Bahkan, sebanyak 15% ibu hamil dikategorikan sebagai kurang energi kronis (KEK).

Bencana di Kab. Tasikmalaya Tahun 2015 Capai Rp 14,8 Miliar | Info Tasikmalaya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalay mencatat total kerugian bencana sepanjang tahun 2015 mencapai Rp 14,8 Miliar.

Kundang Sodikin BPBD Kabupaten Tasikmalaya

Meskipun angka tesebut jauh lebih kecil dibanding tahun 2015 yang mencapai Rp 29 Miliar namun bencana tahun 2015 telah menelan 2 orang korban jiwa.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin mengatakan, kerugian akibat bencana tersebut dihitung dari sedikitnya 243 kejadian bencana. Mayoritas terjadi akibat bencana longsor yang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Kerugiannya baru selesai kami hitung, paling besar akibat bencana longsor. Kerugian mencapai Rp. 14 Miliar lebih," jelas Kundang seperti dilansir Radio Republik Indonesia RRI, Kamis (28/1/2016).

Bencana longsor, tambah Kundang merupakan bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Untuk mengantisipasi dampak longsor, BPBD tahun ini memasang alat diteksi dini longsor di Kecamatan Salawu.

"Sebelumnya di Salawu dua orang meninggal dunia akibat longsor. Kami tidak mau hal itu terjadi lagi," katanya.

Sementara itu untuk tahun 2016 ini, BPBD tetap memperingatkan warga agar tetap waspada. Bencana longsor tidak menutup kemungkinan masih akan terjadi.

"Awal tahun ini saja bencana angin puting beliung sudah mengancam. Bahkan, satu orang meninggal dunia akibat pohon tumbang karena puting beliung. Kami minta warga tetap waspada," pungkasnya. 

Walikota Tasikmalaya Kukuhkan Nama RSUD dr. Soekardjo | Info Tasikmalaya

Walikota Tasikmalaya, Drs H. Budi Budiman kukuhkan nama RSUD Kota Tasikmalay menjadi RSUD dr. Soekardjo.

RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya

Dalam kesempatan pengukuhan tersebut Walikota juga meresmikan ruang rawat inap kelas III dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) bertempat di Basement Gedung Rawat Inap kelas III RSUD dr. Soekardjo, Selasa (26/1)

Ruang rawat inap kelas III ini khusus diperuntukan bagi pasien dari kalangan masyarakat prasejahtera atau masyarakat berpenghasilan rendah. Walikota Tasikmalaya berharap kepada manajemen rumah sakit agar memberikan pelayanan medis secara optimal kepada seluruh masyarakat tanpa melihat posisi atau dari kelompok mana mereka, karena sudah merupakan urusan wajib pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pemberian nama Dr. Soekardjo pada Rumah sakit ini, didasari atas jasa, perjuangan dan pengabdian serta dedikasi tinggi Dr. H. Mas Soekardjo kepada pemerintah dan Ia sangat berterima kasih kepada keluarga Dr. H. Mas Soekardjo yang telah mengijinkan nama Dr. H. Mas Soekardjo disematkan pada nama RSUD Kota Tasikmalaya dan mudah-mudahan bisa meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.




Antisipasi Pengunjung Nakal, Perkantoran Kab. Tasikmalaya Dipagar | Info Tasikmalaya

Pasca berdirinya reflika menara Eiffel bambu area lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sering dipadati para pengunjung.

replika menara eiffel tasikmalaya

Beberapa pengunjung nakal terkadang melakukan tindakan tidak terpuji yang dilakukan karena pengaruh dari minum minuman keras.

Kepala Satpol PP Kab. Tasikmalaya, H. Imam Gozali menuturkan, Rabu (27/01) malam kemarin jajarannya melerai sekelompok orang yang hendak adu jotos. Dan setelah diselidiki, kata Gozali, prilaku tersebut dampak dari minum-minuman keras.

“Barusan juga kita menemukan ada pengunjung yang mau masuk ke sini. Kita periksa. Ternyata di tasnya ada dua botol miras. Langsung kita amankan,” kata Gozali, Kamis (28/01) sore.

Karena kerap menemukan pengujung yang nakal, akhirnya Satpol PP berinisiatif untuk meningkatkan penjagaan. Terlebih, kata Gozali, pembangunan pagar besi di pintu masuk utama sudah selesai.

“Mulai hari ini kita akan gembok di jam-jam tertentu. Sesepinya pengunjung. Antara jam 10 malam sampai pagi,” kata Gozali.

Selain itu, kata Gozali, pihaknya juga menyiagakan personil secara bergantian. Personil Satpol PP ini disiagakan untuk menjaga keamanan di sekitar lokasi. 

RS TMC Tasikmalaya Tahan Pasien | Info Tasikmalaya

Rumah sakit TMC yang berada di kota Tasikmalaya menahan pasien akibat belum membayar administrasi selama menjalani rawat inap.

rumah sakit tmc tasikmalaya

Kejadian ini menimpa Taulani (38) warga Dusun Bantar, Desa Sukareja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Tasikmalaya yang harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 2,85 juta.

Pihak keluarga sempat adu mulut dengan pihak rumah sakit karena izin untuk membawa pulang pasien ditolak pihak RS TMC, pihak keluarga berdalih mereka akan membawa uang ke rumahnya dikarenakan pelunasan dengan asuransi kesehatan yang diajukan pasien tidak diterima oleh RS TMC.

“Hal itu dilakukan mungkin karena pihak rumah sakit ketakutan, pasien dan keluarganya akan kabur dan tidak bertanggungjawab atas tunggakannya. Kami dari pihak keluarga menerima itu. Cuma ketika saya masuk ke ruangan pasien, kok jarum infus masih menempel sementara cairannya sudah habis yang mengakibatkan lengan pasien bengkak. Saya tanya ke petugas jaga, kenapa itu tidak dicabut? Sementara jawaban dari petugas medis saat itu, karena ada masalah administrasi yang belum selesai,” ujar Yogi Permadi, yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Ciamis.

"Kalau seperti itu, aturan darimana? Sedangkan jawaban dari petugas, maaf pak ini sudah menjadi aturan rumah sakit, itu yang saya bikin heran. Kok ada aturan yang bisa-bisanya. Sampai harus menyakiti pasiennya,” tambah Yogi.

Ditegaskan Yogi, ketika membuat aturan jangan samakan antara rumah sakit dengan perusahaan biasa. 

”Tolong ini rumah sakit kalau membuat aturan gaya kapitalis jangan dibawa. Jarum infusan itu gunanya untuk memasukan obat bagi pasien. Bukan menyandera pasien supaya tidak kabur. Itu yang menjadi keberatan saya,” imbuhnya.

Pasien dirawat karena mengalami sakit di bagian pinggang saat dirawat di RS tersebut. 

“Belum tahu sakit apa,” kata Yogi.

Terpisah dari pihak rumah sakit melalui humasnya, Baskoro, Kamis (28/1) mengatakan, sebenarnya tidak ada aturan seperti itu di RS TMC. Dia pun membantah kalau RS TMC sengaja membiarkan infusan menempel di lengan pasien padahal sudah habis dan karena belum menyelesaikan administrasi.

“Selang infusan belum dicabut karena memang masih ada air infusanya. Masalah ini sebenarnya sudah selesai semalam dengan pihak keluarga pasien,” ucapnya.

Di singgung terkait ditolaknya asuransi pasien tersebut, dia membenarkannya. 

“Kenapa asuransi itu ditolak, tanya saja langsung dengan pihak asuransinya,” katnya. 

Pedagang Kojengkang Dadaha Datangi Balai Kota | Info Tasikmalaya

Akibat pengusiran pedagang kojengkang di kawasan Dadaha, para pedagang lakukan demo ke Balai Kota Tasikmalaya, kamis (28/1)

pedagang kojengkang dadaha tasikmalaya

Sambil membawa poster para pedagang kojengkang berorasi didepan pintu masuk gedung menyuarakan tuntutannya, para pedagang menuding pihak aparat telah melakukan pemiskinan dengan melarang mereka berdagang di lokasi lingkar Stadion Dadaha di hari minggu. Mereka menganggap aparat telah melanggar komitmen yang telah dibangun.

"Pemerintah plinplan dan ini mencerminkan perlakuan yang tidak adil kepada warga. Kami meminta ganti rugi selama ini dilarang berdagang, karena jelas-jelas setiap dagang membayar retribusi," ujar Koordinator aksi, Edi.

Ia juga menyampaikan beberapa tuntutan agar pemerintah menghentikan segala bentuk pemiskinan bertopeng pembangunan. Juga memberikan kepastian hukum yang jelas untuk melakukan hak mempertahankan hidup.

Riyadlul Ulum Termasuk Pesantren Tertua di Indonesia | Info Tasikmalaya

Pesantren Riyadlul Ulum Wadda'wah, Cibeureum, Kota Tasikmalaya, termasuk salah satu pesantren tertua di Indonesia karena berdiri pada tahun 1864. 

Pesantren Riyadlul Ulum

Tanah untuk membangun pesantren merupakan pemberian dari Pangeran Cornell seluas 500 tumbak (7.000 meter persegi) karena waktu itu Tasikmalaya di bawah kekuasaan Sumedang.

"Surat-surat pemberian tanah dari Pangeran Cornell masih tersimpan dengan baik. Saat ini luas lahan milik pesantren sampai 5,5 hektare," ujar Kepala SMP Riyadlul Ulum Wadda'wah, Endang Rahmat, dalam roadshow "Santri Sehat" di Pesantren Riyadlul Ulum Wadda'wah, Rabu (27/1/2016).

Menurut Endang, pendiri pesantren adalah KH. Nawawi dari Rajapolah yang kini diteruskan generasi ketujuh yakni KH. Diding Najhul Falah.

"Pesantren ini pernah hancur akibat gempa bumi besar pada 2 September 2009, namun ada hikmah besar di balik gempa. Pesantren mendapatkan bantuan sehingga malah bisa membangun lebih besar," ucapnya.

Pihak pesantren berencana mengembangkan fasilitas pesantren termasuk usaha seperti apotik, balai pengobatan, dan minimarket. 

"Pesantren harus didukung dengan usaha agar bisa maju dan mencerdaskan masyarakat," ucapnya.

sumber: pikiran-rakyat.com

Eks Gafatar Asal Tasikmalaya Sudah di Jabar | Info Tasikmalaya

Enam orang mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kabupaten Tasikmalaya sudah berada di penampungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

eks gafatar asal tasikmalaya sudah di jabar

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tasikmalaya, Nana Rukmana yang mendapatkan informasi langsung dari Dinsos Provinsi Jawa Barat.

"Saat ini sudah ada di penampungan dinsos Jawa Barat untuk dibina," kata Nana kepada Radio Republik Indonesia RRI, Rabu (27/1/2016). 

Pihaknya, lanjut Nana sudah mengirimkan petugas untuk berkordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat terkait penanganan selanjutnya.

"Tadi saya kirim petugas ke provinsi. Saya juga sudah berbicara langsung dengan salah seorang eks Gafatar, Pak Bahrul Ulum," ujarnya.

Namun Nana belum menerima kepastian kapan warga eks Gafatar asal Kabupaten Tasikmalaya tersebut akan dipulangkan ke daerahnya.

"Kami tidak tahu kapan akan dipulangkan, kami masih menunggu informasi selanjutnya," jelasnya.

Terkait penanganan setelah tiba di Kabupaten Tasikmalaya kata Nana, saat ini pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait lain untuk penanganan warga eks Gafatar yang akan dipulangkan.

"Nanti saya akan kordinasi dulu. Ini bukan hanya tanggungjawab dinsos saja. Semua pihak harus bersama- sama," pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya, berdasarkan data Kesbang Linmas Kabupaten Tasikmalaya, enam orang eks Gafatar merupakan warga Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Kompleks Olahraga Dadaha Bebas PKL | Info Tasikmalaya

Suasana nyaman dan sejuk serta bersih kini mulai dapat dirasakan di kawasan komplek Olahraga Dadaha, kompleks ini kini telah bebas dari adanya Pedagang Kaki Lima (PKL).


Pemerintah Kota Tasikmalaya mengetatkan penjagaan melalui Satgas Pol PP Kota Tasikmalaya guna menjaga kawasan kompleks Olahraga Dadaha steril dari para PKL, sehingga dengan demikian tidak ada pedagang yang berani masuk ke area kompleks Dadaha.

Kasatpol PP Kota Tasik Asep Maman Fermana mengungkapkan, Pembebasan kawasan Komplek Olahraga Dadaha dari PKL agar kawasan ini dikembalikan fungsinya hanya diperuntukan dan digunakan oleh warga sebagai sarana olahraga.

Ia berharap kepada masyarakat bisa memahami dan membantu untuk demi majunya kota Tasik dengan tidak berjualan disekitar Dadaha, ini sesuai dengan Perda.

"Kita hanya menegakkan peraturan agar lokasi Kompleks Olahraga Dadaha hanya digunakan untuk berolahraga," tegasnya.


Rekayasa Genetika Kepung Manusia | Info Tasikmalaya

Hidup manusia sudah dikepung dengan produk-produk rekayasa genetika. Bahkan, rekayasa genetika juga sudah mulai dilakukan untuk melahirkan manusia baru.


"Produksi pertanian, peternakan, maupun perikanan sudah melalui rekayasa genetika. Telur ayam bukan hasil perkawinan antara ayam jantan dengan betina melainkan dari rekayasa," kata Sekretaris Bidang Perencanaan dan Pengembangan Biofarma, Iwan Setiawan, dalam roadshow "Santri Sehat" di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (26/1/2016).

Demikian pula dengan rasa di dalam makanan seperti mi instan berasal dari rekayasa.

"Makanan seperti jajanan anak, mi instan, dan lain-lain dari pigmen rasa. Rasa bakso di mi instan bukan dari bakso melainkan dari rekayasa," ujarnya.

Persoalan berkaitan dengan hukum Islam karena produsen bisa menghasilkan makanan rasa babi, namun dari bahan-bahan halal.

"Bagaimana hukumnya ada mi atau jajanan rasa babi panggang yang persis rasa daging babi, tapi dibuat dari rekayasa rasa? Bahan-bahan untuk membuat rekayasa dari bahan halal," ujarnya.

Demikian pula dengan hadirnya produk beer yang nol alkohol, namun rasa beer itu sama dengan bir yang beralkohol.

"Apakah bir ini halal atau haram? Dengan teknologi sudah lahir minuman seperti ini," ucapnya.

Penyuluhan Bertajuk "Santri Sehat" Akan Sambangi 10 Pesantren | Info Sehat

Penyuluhan pentingnya vaksinasi dan imunisasi dilakukan Biofarma melalui para siswa dan santri. 

santri sehat biofarma tasikmalaya

Rencananya program yang dikemas dalam tajuk "Santri Sehat" akan menyambangi 10 pesantren dan 10 SMA di Jawa Barat.

"Kami berharap agar para remaja menjadi penyebar informasi mengenai pentingnya vaksinasi dan imunisasi," kata Sekretaris Bidang Perencanaan dan Pengembangan Biofarma, Iwan Setiawan, dalam roadshow "Santri Sehat" di Pesantren Cipasung, Singaparna, Kab. Tasikmalaya, Selasa (26/1/2016).

Acara dihadiri Staf Promosi dan Komunikasi Biofarma Yuni Miyansari, Wakil Kepala SMA Islam bidang siswa, Usep Abdurrahman, dan ratusan siswa. Sebelumnya pada Senin (25/1) Biofarma telah menyambangi Pesantren Cintawana untuk acara serupa.

Menurut Iwan, para remaja dan generasi muda merupakan kalangan yang efektif untuk ikut menyampaikan kampanye imunisasi dan vaksinasi bagi sesama remaja maupun lingkungannya. 

"Masih banyak pro maupun kontra soal imunisasi dan vaksinasi ini. Seperti ada anggapan bahan pembuatan vaksin tak halal, padahal Biofarma sudah mendapatkan halal dari MUI dan mengekspor, vaksin ke 132 negara yang sebagian besar negara Islam," ujarnya.

Kabupaten Tasikmalaya Kekurangan Guru PNS | Info Tasikmalaya

Dunia pendidikan Kabupaten Tasikmalaya tengah dipusingkan dengan masalah kekurangan guru. Bahkan kekurangan guru ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. 


Tiap tahunnya ada banyak guru yang masuk masa pensiun. Sedangkan penambahan guru setiap tahunnya sangat jarang dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Tasikmalaya, H. EZ Alfian mengatakan kekurangan guru di Kab. Tasikmalaya saat ini angkanya cukup banyak. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya guru yang memasuki masa pensiun. Di tahun 2016 ini saja ada 175 guru yang masuk masa pensiun. Sedangkan penambahannya belum ada.

“Tidak ada yang pensiun saja Kab. Tasikmalaya sudah mengalami kekurangan guru,” kata Alfian.

Alfian berharap Pemerintah Pusat bisa melihat dan memberikan solusi atas kondisi kekurang guru di Kab. Tasikmalaya. Pasalnya, kata Alfian, jika dibiarkan dampaknya akan sangat buruk bagi pelayanan pendidikan di Kab. Tasikmalaya.

“Jika tetap dibiarkan seperti ini, tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun mendatang hanya ada satu guru PNS saja di tiap-tiap sekolah,” ujar Alfian.

Latar Belakang Sejarah Kampung 35 Mortir | Info Tasikmalaya

Tasimalaya digegerkan dengan penemuan 35 mortir di Kampung Cisalam RT 02 RW 01 Desa Pasirpanjang, Kecamatan Manonjaya.


Dari penelusuran sejarah ternyata daerah tersebut merupakan lokasi penyerangan dan pembakaran rumah warga dan pasukan Darul Islam (DI) pada tahun 1953

Hal ini diungkapkan oleh Kasman (70), saksi hidup sejarah kelam di daerah tersebut. Menurut dia, mortir yang ditemukan itu kemungkinan adalah sisa-sisa penyerangan DI.

"Karena dulu kan kawasan ini wilayah penyerangan dan pembantaian oleh DI. Rumah-rumah dibakar dan banyak warga tewas menjadi korban," kenangnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya, Minggu (24/1).

Dia menceritakan sekitar 200 meter dari lokasi penemuan mortir, dulu terdapat Pos Batalion 323. Menurutnya, sisa peninggalannya juga masih ada, seperti bangunan dan benteng-benteng pos.

Penyerangan DI itu dilakukan, kata dia, kemungkinan karena menganggap bahwa warga di lingkungan Pos Batalion itu adalah musuhnya. 

"Mungkin akibat ada pos, jadi warga menjadi target penyerangannya," ujar Kasman.

Namun meski menjadi tempat pembantaian oleh DI, kata Kasman, di daerahnya itu tidak pernah didirikan posko DI.

Polres Tasikmalaya Kota Gelar Razia Miras | Info Tasikmalaya

Sebagai bentuk upaya menjaga gangguan ketertiban umum dari tindakan krimimal, Polres Tasikmalaya kota gelar razia miras, Minggu (24/1)

razia-miras-tasikmalaya

Dari hasil operasi razia minuman keras (miras) di beberapa kios jamu dan warung yang diduga menjual miras dapat diamankan 62 liter ciu dan tuak, puluhan kantong plastik miras oplosan siap edar, razia ini dilakukan oleh Sabara Polres Tasikmalaya kota.


KBO Sabara Polres Tasikmalaya Kota, Iptu E Sutisma  mengungkapkan Kepada wartawan usai penggerbegan miras tersrbut di kawasan jalan padayaungan dan jalan cikurubuk Minggu malam tadi(24/1/15), puluhan liter miras dalam jirigen dan botol itu temukan secara tersebar dan dijual secara bebas.  Penjualnya diamankan ke Mapolres Tasikmalaya sebagai pola antisipasi berbagai tindak kejahatan ataupun pemicu perkelahian anak muda dan laka lantas.

“Miras yang diamankan polisi ditemukan secara tersebar di dua lokasi berupa kios dan warung, sedangkan salasatu pemiliknya telah diperiksa polisi dan hanya dikenakan tindak pidana ringan atau tipiring,“ papar E.Sutisna.

Sementara, upaya penertiban peredaran miras yang terus dilakukan polisi nampaknya sangat maksimal, para penggemar minuman beralkohol tersebut sulit untuk mendapatkan miras berbagai merk di Kota Tasilmalaya.  

Aliansi Muda NU Tasikmalaya Bersihkan Sampah | Info Tasikmalaya

Sebagai bentuk kepada pemerintah atas tumpukan sampah dibeberapa titik Aliansi Muda NU Kab. Tasikmalaya lakukan aksi bersih-bersih sampah sepanjang jalan, Jumat (22/1).

aliansi muda nu tasikmalaya

Bekerja sama dengan KNPI setempat mereka menggelar aksi mulai dari Jalan Muktamar menuju alun-alun Singaparna, aliansi ini terdiri dari pelajar NU, GP Ansor, Fatayat NU dan KNPI Singaparna dalam wadah Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL).

Koordinatror FMPL Asep Abdul Rofik menyebutkan, sejak tiga minggu ke belakang banyak sampah menumpuk di beberapa titik di Singaparna. Penumpukan sampah ini terkesan ada unsur pembiaran oleh pemerintah.

Asep Abdul Rofik yang juga Wakil Sekretaris GP Ansor Tasikmalya menyatakan sudah banyakny menerima aduan masyarakat terkait tumpukan sampah dibeberapa titik 3 minggu terakhir. Selain tidak enak dipandang juga sudah mengeluarkan aroma busuk dan menjadi sarang nyamuk, yang dapat menjadi sumber penyakit, pencemaran lingkungan dan penyumbatan saluran air.

“Apalagi wilayah Singaparna tidak hanya puskesmas, rumah sakit pun ada,” ujarnya.

Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, kata Asep, harus menjadikan masalah sampah ini sebagai catatan penting bahan evaluasinya. Karena, pemerintah tidak berdaya lagi menangani sampah.

Dari sisi hukum, belum ada aturan yang mengikat soal pengolahan sampah. Yang ada hanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang kewenangannya ada di pemerintah daerah.

“Namun hari ini pemerintah seolah-oleh tidak ada tindakan terkait penumpukan sampah,” tuturnya.


Asep memberi ultimatum jika pemerintah tidak juga membersihkan sampah sampai waktu yang ditentukan, FMPL dan masyarakat akan mendatangi langsung Pemkab setempat.

“Kita bersama-sama warga dan seluruh OKP akan melakukan orasi dengan mempertanyakan penanganan sampah,” pungkasnya.

Komplek Perkantoran Pemkab Tasikmalaya Jadi Obyek Wisata | Info Tasikmalaya

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana menjadikan komplek perkantoran Pemkab Tasikmalaya sebagai obyek wisata akhir pekan.


Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya tidak keberatan dengan rencana ini melihat semakin banyaknya warga masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang memanfaatkan komplek perkantoran sebagai tujuan wisata akhir pekan.

"Awalnya masyarakat datang hanya sekedar melihat pendopo, tetapi lama- kelamaan, setiap akhir pekan selalu dipadati warga," seperti dilansir Radio Republik Indonesia RRI, Sabtu (23/1/2016).

Namun Uu mengingatkan kepada warga masyarakat yang mengunjungi komplek perkantoran Kabupaten Tasikmalaya untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak sarana dan prasaran yang ada.

"Silahkan saja, tetapi harus sama- sama mau menjaga agar tetap bersih dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, komplek perkantoran Pemkab Tasikmalaya biasa ramai dikunjungi warga setiap Sabtu dan Minggu, terutama di pagi hari dimanfaatkan untuk berolah raga.

Saat ini, komplek perkantoran Pemkab Tasikmalaya semakin banyak dipadati warga setelah adanya replika menara eifel berbahan bambu.

Menara eifel berbahan bambu tertinggi di dunia tersebut, menjadi daya tarik lain komplek Perkantoran Pemkab Tasikmalaya.  

Top